Jumat, 15 Oktober 2010

SENI (Murni, Terapan, Kontenporer)

Seni Murni

Meliputi keindahan luar dan dalam bagi orang yang merasakannya.
Seni murni sangat sulit dipahami oleh orang yang tidak mengikut sertakan jiwanya didalam melihat ataupun memandang karya ini.
Ketika sebuah lukisan dipertontonkan pada sebuah pameran banyak orang berdecak kagum karena melihat batapa indahnya lukisan itu. Tetapi mungkin hanya sedikit yang merasakan rasa haru didalam bathinnya dimana sesuatu telah menyentuh dasar alam jiwanya dan membuat getaran yang begitu kuat sehingga membuat dirinya bukan hanya sekedar mengaguni keindahan lukisannya tetapi dia telah lebih merasakan getaran keindahan dari jiwanya dan rasa haru yang dalam adalah sebuah bentuk expresi yang begitu dalam dari jiwanya.
Sebagian orang telah membuat beberapa pernyataan bahwa Seni Murni adalah hak mutlak seseorang untuk mengolah apa yang muncul secara naluriah dialam jiwanya dan mengekspresikannya sesuai dengan kehendaknya. Bahkan tidak ada sebuah kekuatanpun yang mampu menghalangi disaat orang ini akan berbuat sesuatu didalam proses perealisasiannya. Tetapi sebagian orang lagi beranggapan seni murni harus diolah dengan kedalaman berpikir yang dapat diolah dengan beberapa keahlian khusus yang dapat diajarkan pada seseorang agar dia dapat mengekspresikannya dengan lebih baik dan lebih dapat diterima oleh orang yang tidak mengerti makna yang terkandung didalamnya.
Sebagian lagi berpendapat bahwa sebuah karya seni murni harus dijadikan ciri dari kepribadian sipembuatnya bahkan kalau bisa dijadikan semacam pola dasar dari setiap karya yang akan dihasilkan kemudian. Pendapat ini banyak yang menentang karena lebih banyak yang beranggapan bahwa seni murni adalah lebih kepada kemurnian ekspresi dari bagian terdalam jiwa manusia sehingga tidak mungkin diberikan batasan batasan yang harus selalu diikuti disaat dia akan mengekspresikan keinginan imajinatifnya.
Kekuatan dari sebuah karya seni murni adalah olahan rasa yang disertai dengan kekuatan bathin yang begitu kuat didalam pembentukan nilai nilai keindahan pada sebuah karyanya sehingga secara perlahan akan merasuk kedalam jiwa orang lain yang melihat ataupun memperhatikannya dan inilah yang disebut SENI MURNI.
Ketika seseorang berkata bahwa dirinya adalah seniman yang ahli didalam pengolahan rasa yang akan diekspresikan pada sebuah karya seni murni, maka hal pertama yang harus dia periksa adalah HATI nya, karena dari sinilah akar dari SENI MURNI, bukan dari tarikan tangannya saja. Mungkin dia sangat mampu menggoreskan sesuatu pada sebuah bidang lukis, tetapi apabila disana tidak terdapat kedalaman rasa yang muncul dari dalam hatinya maka apapun yang dia hasilkan akan terasa kosong, tidak ada getaran2 halus yang menyelusup kedalam orang yang melihatnya.
Jadi sebenarnya setiap orang akan sangat mampu membuat sebuah karya seni murni tanpa harus mengikuti program pendidikan formal dan setiap orang dapat dengan bebas membuat sebuah karya seni murni selama dia menginginkannya, tetapi kedalaman rasa dan kedalaman jiwa dari karyanya belum tentu dapat membuat karyanya menjadi sebuah benda yang mampu menghidupkan makna yang terkandung didalamnya, dan ini artinya seseorang yang telah mampu membuat karya seni murni baru dapat dikatakan berhasil apabila karya yang dihasilkannya menjadi hidup dan dapat dirasakan getaran kehidupannya oleh orang lain.

Seni Terapan


Kembali pada cerita sebuah keindahan yang keluar dari lubuk hati manusia, ada sebuah kejadian yang sangat membuat kita berpikir kembali, bagaimana jika sebuah kata seni bergabung dengan kata teknologi, apakah akan tetap mempunyai arti keindahan atau malah sebaliknya?
Memang ada kalanya manusia merasa dirinya seperti tidak ingin dikuasai oleh sesuatu yang sifatnya bukan alami tetapi tanpa kita sadari seseorang akan selalu membuka dirinya untuk diracuni oleh barang yang sangat tidak alami malahan kadang kala mereka menjadi lebih berkeinginan untuk menjadi bagian dari barang non alami ini. Lalu apa kira kira yang akan terjadi apabila ternyata manusia tidak menyadari bahwa dirinya sedang terbawa oleh sebuh gejala alam yang tidak alami?
Sebagian orang merasa bahwa dirinya akan tetap berada dijalur yang benar benar bersifat alami dan tidak akan terbawa oleh arus yang non alami, sebagian lagi merasa dirinya siap siap saja andaikata dia terpaksa harus mengikuti arus non alami itu tetapi sebagian besar manusia malahan cenderung dengan kesadaran penuh melibatkan langsung kedalam gelombang arus yang membawa dirinya kealam non alami ini.
Nah apabila telah terjadi kelompok yang mempunyai keinginan yang tidak sama terhadap keadaan yang akan membawa mereka kearah yang tidak jelas batas alami dan non alami, apa yang akan terajdi kemudian, akankah manusia kembali kejaman purba dimana alam telah benar benar menjadi bagian dan penentu kehidupan mereka, atau kembali kejaman batu dimana mereka juga mulai mengenal kehidupan yang menjadi biang keladinya sebuah peradaban yang mengarah pada kehidupan non alami, atau malahan mereka tidak akan menoleh sama sekali pada kehidupan alami yang pernah nenek moyang kita jalani?
Ada sebuah kisah nyata yang menggambarkan betapa kehidupan yang sifatnya alami sangat membuat manusia tidak bahagia dalam arti mereka tidak pernah merasakan bagaimana kebutuhan hidup berkembang dengan baik selain mengandalkan kekayaan alam yang mereka rasakan semakin sulit untuk didapat dan bagi kelompok ini sepertinya dunia terasa sangat sempit. Akan halnya manusia yang mulai membuka diri kepada dunia diluar yang sepertinya bersifat non alami, mereka menemukan begitu luasnya dunia dan begitu banyaknya kesempatan mereka untuk mengembangkan kebutuhan kehidupan mereka dan mereka juga merasa bahwa begitu banyaknya kemudahan yang mereka peroleh dikala sesuatu bahan alam mulai tidak mudah lagi mereka dapatkan.
Dari sekelumit cerita diatas sebenarnya bukan berarti alam menjadi tidak ramah dan membuat manusia tidak merasa bahagia karena sebenarnya apapun yang manusia lihat didunia ini semuanya bersumber dari alam itu sendiri. Sangarlah tidak mungkin manusia dapat hidup tanpa dukungan alam lingkungannya.
Lalu apa sebenarnya yang terjadi apabila manusia akan tetap membutuhkan alam sementara kemajuan berpikir sudah menginjak pada kehidupan yang sepertinya tidak alami?
Apa yang terjadi adalah manusia akan tetap memanfaatkan alam bagi kehidupannya dan dengan kemajuan jaman yang dipelopori oleh para genius, akhirnya mereka menemukan bahwa segala hal yang ada dialam adalah unsur biologis yang dapat diuraikan secara mathematis dan membuat setiap bentuk apapun yang ada dapat diikuti oleh bentuk bentuk terapan yang memadukan unsur seni dan perhitungan sehingga akhirnya manusia tetap menggunakan alam sebagai faktor utama didalam kehidupannya.
Inilah inti dari karya seni terapan dimana manusia memadukan seni dengan perhitungan dan ternyata memang dapat menghasilkan karya karya yang luar biasa dan mempunyai daya guna yang tingga bagi kehidupannya.
Lalu kapan sebenarnya dimulainya pemikiran untuk memadukan kedua unsur ini?
Kita kembali pada jaman dimana manusia memulai kehidupan dengan sebuah penemuan yang menjelaskan keterkaitan sebuah bidang lurus dengan bidang miring dimana dikenal dengan rumus Phytagoras. Sejak penemuan rumus itu, dimulailah penelitian demi penelitian keterkaitan berbagai macam unsur alam dengan rumusan matematis dimana pada ujung penelitian ditemukan berbagai jenis bentuk bentuk indah yang dapat diuraikan dengan perhitungan rumit. Akhirnya dikenal dengan kata Seni Terapan yang mengacu pada rumus rumus mathematik dengan berbagai bentuk alam yang indah.
Akan halnya penemuan yang lebih modern menggubah segala bentuk bebas menjadi bentuk bentuk geometris dan menjadikannya sebagai patokan untuk bentuk lain yang lebih dinamis namun tetap mengikuti rumus2 yang membuatnya mudah untuk dilaksanakan bahkan dijadikan benda benda monumental yang sangat indah.
Akhir dari uraian diatas adalah sebuah kesimpulan yaitu tidak ada satupun kehidupan dialam jagat raya yang tidak dapat dijadikan bahan untuk diteliti dan dianalisa yang kemudian dibentuk mengikuti kebutuhan manusia didalam memenuhi keinginan keinginannya untuk berkembang. Dengan kata lain setinggi - tingginya ilmu terapan pada akhirnya akan kembali pada unsur seni, karena hal ini merupakan dasar kehidupan manusia.

Seni Kontemporer


Seni kontemporer sebenarnya bukan hal yang patut dipertanyakan lebih jauh dan tidak harus dijadikan patokan bagi perkembangan jaman karena seni kontemporer sangat bervariasi dalam bentuk dan langgamnya dimana seorang manusia pada saat tidak terduga dapat saja menghasilkan sebuah karya seni yang begitu baik dan dapat mengikat perhatian banyak orang dan setiap orang yang melihat akan mengucapkan hal yang sama “ betapa indahnya “ karya ini. Tetapi akan lebih mudah lagi apabila karya yang termasuk kedalam seni kontemporer ini diperdalam lagi makna dan artinya kepada kedalaman rasa dimana selain indah dilihat juga indah untuk dirasakan. Ada kemungkinan seni kontemporer berakibat pada kemajuan dunia seni itu sendiri karena bukan mustahil karya seni kontemporer memberikan inspirasi imajinatif kepada setiap orang yang merasakannya dan bukan mustahil pula apabila salah satu dari orang orang ini terpancing alam pikirannya untuk membuat sebuah karya yang akan berlangsung lama kehidupannya dan membuahkan sebuh fenomena kontemporer yang tidak hanya berumur pendek. Didalam kenyataan, sebuah karya seni kontemporer memang seringkali dijadikan landasan berpikir bagi orang yang mempunyai kepekaan terhadap nilai2 seni yang tinggi sehingga seringkali sebuah karya seni ini membuat dia terdorong untuk menciptakan sebuah karya imajinatif yang sangat berpeluang untuk dijadikan Karya Besar sepanjang masa.
Akan halnya kemajuan dalam pengekspresian seni kontemporer ini sering terjadi penggambaran yang salah dimana setiap hal yang datang secara tiba tiba disaat apapun dapat disebut seni kontemporer dan kapanpun, siapapun sepertinya dapat saja terjadi bentuk bentuk baru yang sering disebut New Contemporer padahal kadang bahkan sering kali apa yang terjadi sangat jauh dari keindahan yang membuat jiwa tergetar.
Jadi apabila kita menyimak dengan baik arti kata Kontemporer yang dikaitkan dengan kata seni, kita akan melihat bahwa apapun yang dihasilkan dalam mengekspresikan idea ataupun imajinasi yang sifatnya tidak langgeng tidak cukup hanya membuat sesuatu yang baik atau menarik, tanpa penjiwaan yang mendalam, semuanya akan terasa kosong dan tidak mempunyai kesan khusus. Seperti sebuah botol yang tidak terpakai, akan menjadi sesuatu yang indah apabila disentuh oleh tangan yang berperan sebagai jangkauan sebuah imajinasi yang keluar dengan penuh rasa dari dalam hati.
Sebuah karya kontemporer memang sering dikaitkan dengan hal hal yang sifatnya tidak serius bahkan sering terkesan main main. Namun kalau kita bergerak dari kata seni yang mengandung unsur keindahan maka tidak semua karya kontemporer dapat disebut karya seni kontemporer dan jangan sekali kali menyamakan kata kontemporer tanpa kata seni dengan kata seni kontemporer karena diantara keduanya ada perbedaan yang mendasar jika kita menilainya dari keindahan yang membuat jiwa tergetar.
Dengan kata lain setinggi tingginya ilmu terapan pada akhirnya akan kembali pada unsur seni karena hal ini merupakan dasar kehidupan manusia.

1 komentar: