Kamis, 14 Oktober 2010

KEPEKAAN, KREATIFITAS KARYA SENI






Kirim-kirim Print version download 
versi msword

Sebelum karya seni itu lahir atau terwujud, terjadilah suatu proses yang melibatkan ketiga faktor penting : kepekaan, kreativitas, dan karya seni.

Dua yang pertama merupakan faktor yang unik merupakan manifestasi dari seniman atau pencipta dalam menciptakan suatu karya seni. Dalam proses penciptaan, kepekaan dan kreativitas merupakan faktor psikologis yang akan berpengaruh terhadap hasil karya seni dimana dalam melahirkan ide-ide seninya seniman katakanlah kedua faktor tersebut saling menunjang mengingat kepekaan (sensitifitas) penciptaan itu tidak terjadi dalam kekosongan, mencipta berarti membuat sesuatu yang baru, dalam penciptaan berarti membutuhkan sesuatu, maka kita membutuhkan (membuat) karya seni merupakan pencerminan kepekaan dan kreatifitas.


Dari uraian diatas memberi gambaran kepada kita suatu hubungan timbal balik bahwa kepekaan merupakan faktor yang mendasar dalam setiap penciptaan, sebagai citra manusia yang bersifat pribadi dalam membentuk kemampuan atau daya cipta, dan sebaliknya kreativitas memerlukan kepekaan rasa dalam menciptakan karya seni.


Kepekaan Dalam Penciptaan


Faktor pendorong dalam setiap penciptaan karya seni sangat dipengaruhi oleh kepekaan indrawi dan merupakan sifat-sifat pribadi seniman.


Segala menifestasi bathin dan pengalaman estetis dari kepekaan pribadi seniman itu akan melahirkan karya seni.


Kepekaan terhadap alam akan kebaikan nilai-nilai keindahan untuk dicetuskan dalam ide atau gagasan, yang merupakan pengejawantahan pengalaman pribadi seniman akan berbeda-beda dalam penampilan karya seni. Seniman adalah pribadi, maka apa yang diharapkan dari suatu karya seni adalah kepribadian seniman.


Menurut Tolstoy dalam bukunya “ What is art”, menerangkan bahwa : makin besar rasa cinta yang ditumbuhkan adalah menandakan semakin baik rasa seni tersebut, dan ini tergantung pada tiga kondisi yaitu : besar kecilnya perasaan individu yang disampaikan, jelas tidaknya rasa yang disampaikan, dan kejujuran seniman (ini dikatakan yang terpenting). Dengan ini jelaslah bahwa ada kenyataan-kenyataan yang harus dihadapi seniman, yaitu selain kepekaan yang bisa membentuk kemampuan dan kreativitas atau material untuk bisa disebut sebagai karya seni. Disamping itu karya seni tentu ada penciptanya, jadi kepribadian dan kepekaan seniman tentu hadir dalam karya seni, sehingga karya seni yang dihayatinya memiliki vitalitas.


Kepekaan dalam penciptaan karya seni yang mentransformasikan pengalaman bathin dan kepekaan terhadap alam dan lingkungan, akan menimbulkan perasaan estetis. 


Berbagai Macam Kreativitas Dalam Penciptaan


Dalam penciptaan kreativitas sebagai proses kreatif diperlukan adanya kematangan pribadi dan integrasi dengan lingkungan alam, meliputi saran, keterampilan, originalitas sebagai ungkapan identitas yang khas. Kreativitas adalah adalah merupakan kemampuan yang lain tentang kematangan pribadi.


Kematangan pribadi seniman dalam penciptaan karya seni adalah manifestasi yang bersifat pribadi.

Kreatifitas mempunyai makna atau arti yang sangat luas seperti diutarakan oleh Utami Munandar (1988, 1) dapat ditinjau dari : segi pribadi yang kreatif, dari segi faktor-faktor pendorong kreativitas, dari segi proses kreatif dan dari segi produk kreatif, dengan demikian kreativitas dalam penciptaan karya seni rupa mempunyai pengertian yang sama.


Dari segi pribadi kreativitas menurut Mulyadi Gandadipura (1983) ciri-ciri, karakteristik orang-orang kreatif adalah :


  1. Bebas berpikir dan bertindak, tidak menyukai kegiatan-kegiatan kelompok yang menuntut konformitas dan tidak mudah dipengaruhi oleh desakan-desakan sosial bila mereka telah yakin, bahwa pendapatnya sendiri benar.
  2. Kecendrungan untuk kurang dokmatis atau lebih relatifistik dalam pandangan-pandangan hidupnya, dibanding dengan orang-orang yang dinilai tidak kreatif.
  3. Berkemauan untuk mengakui dorongan-dorongan dirinya yang tidak berdasarkan alasan akal.
  4. Menyukai hal-hal yang rumit dan baru
  5. Menghargai humor dan mereka mempunyai “ a good sence of humor”
  6. Mementingkan nilai-nilai teoritis dan estetis.


Menurut Hilgart dan Atkinson  , karakteristik tersebut diatas mempunyai kesamaan dasar yang cukup dominan dimana orang yang kreatif lebih fleksibel dibanding dengan orang-orang yang kurang kreatif.


Sehubungan dengan penciptaan, kemampuan-kemampuan orang yang kreatif yang dikutip oleh Mulyono Gandadiputra, (1983), oleh Guilford (1963) mengatakan bahwa penelitian menggunakan faktor analisa, maka sifat-sifat ini berikut muncul sebagai faktor-faktor yang penting dalam perencanaan dan kemampuan kreatif;


  1. Fluency, kesigapan, kelancaran, kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
  2.  Fleksibilitas, kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam pendekatan untuk mengatasi persoalan.
  3. Originalitas, kemampuan untuk mencetuskan gagasan-gagasan asli.
  4. Elaborasi, kemampuan untuk melakukan hal-hal secara detail-terperinci.
  5. Redifination, kemampuan untuk merumuskan batasan-batasan dengan melihat dari sudut lain daripada cara yang lazim.
Kreatifitas ditinjau dari segi pribadi menurut Utami Munandar(1988,1) meliputi :


  1. Kreatifitas sebagai potensi (bakat) yang pada dasarnya dimiliki oleh semua orang.
  2. Kreatifitas sebagai ungkapan keunikan cara berpikir, sikap atau prilaku.
  3. Kreativitas sebagai ciri-ciri orang yang kreatif. 
Dalam hubungannya dengan penciptaan karya seni sebagai ungkapan pribadi yang merupakan kepekaan terhadap alam dan lingkungan, akan muncul dalam setiap karya yang mempunyai ciri tersendiri dan gaya perseorangan.

Kreativitas sebagai proses kreatif dalam penciptaan karya seni yang menghasilkan sesuatu yang baru, oleh Hurlock (1983) yang dikutip oleh Utami Munandar (1988, 2-3) mengatakan :


“ Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan suatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu yang baru, kreativitas sebagai proses pemikiran berbagai gagasan, melibatkan berbagai pemikiran dan pengalaman sedemikian rupa, sehingga menghasilkan gagasan yang baru atau bentuk yang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka “.


Kreativitas sebagai produk oleh Stein(1963) yang dikutip oleh Utami Munandar (1988, 3) menyatakan bahwa kreativitas sebagai produk yang menghasilkan produk baru dapat disebut kreatif, jika mendapat pengakuan (penghargaan) dari masyarakat pada waktu tertentu. Ahli-ahli lain berpendapat, bahwa yang penting bukanlah mengutamakan sejauh mana suatu karya kreatif baru bermakna bagi umum tetapi bagi pencipta itu sendiri.


Adapun faktor inte

Berita Wawasan Seni Lainnya
. Between Techniques and Instinctive Framing: 9 Windu Jeihan
. Putusnya Rantai Sejarah Budaya
. Bentuk, Kreativitas dan Penjelajahan Kemungkinan
. Realis Minimalis Menjadi Trend Karya Pelukis Muda
. Typography-Pendahuluan
. Beowulf: Pahlawan Animasi Senyata Manusia Asli
. Raden Saleh, Seniman dan Bangsawan
. Bernilainya Seni
. Seniman Antara Idealisme dan Pasar
. Pengertian Seni Secara Umum dan Sejarahnya

1 komentar: